Login Form



Follow Us

Poling

Bagaimana Menurut Anda Pelayanan Rawat Jalan Paviliun di RS Mata Cicendo?
 

Who's Online

 Tamu : 9 
Home
Cicendo Eye Hospital
PMN RS Mata Cicendo Lulus Tingkat Paripurna PDF Cetak E-mail

Setelah melalui proses survey, akhirnya Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung dinyatakan lulus  dan berhak mendapatkan sertifikat akreditasi rumah sakit TINGKAT PARIPURNA dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) No. KARS-SERT/49/VII/2014 yang diserahkan langsung oleh Ketua Komisi Akreditasi Rumah Sakit Dr.dr. Sutoto, M. Kes.

Berdasarkan standar Akreditasi 2012, tingkat paripurna merupakan nilai kelulusan tertinggi yang dapat dicapai oleh rumah sakit.

Keberhasilan Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung meraih nilai tertinggi akreditasi ini merupakan wujud dari komitmen bersama seluruh jajaran direksi dan karyawan untuk memberikan pelayanan kesehatan mata yang paripurna, diharapkan kepercayaan semua pihak meningkat dengan berorientasi pada kepuasan bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

 

 
Jadwal Pelayanan Cuti Idul Fitri 2014 PDF Cetak E-mail

Berkenaan dengan Cuti Bersama Idul Fitri 1435 H, pada hari Rabu s.d Jumat tanggal 30, 31 Juli dan 1 Agustus 2014, kami sampaikan sebagai berikut:

A. Pelayanan Rawat Jalan Reguler dan Paviliun tanggal 30, 31 Juli dan 1 Agustus 2014, Tutup.

B. Pelayanan Poli Minggu tanggal 27 Juli 2014, Tutup.

C. Pelayanan yang dibuka :

  • Poliklinik Jaga tanggal 30, 31 Juli dan 1 Agustus 2014 ( Pukul. 07.00 – 15.00 WIB ) bertempat di Gedung Poliklinik B lantai 2 Unit KBR dan Unit Infeksi/ EED.
  • Poli Sore di Paviliun tanggal 30, 31 Juli dan 1 Agustus 2014 ( Pukul. 15.00 – 20.00 WIB )
  • Poli Sabtu di Paviliun tanggal 26 Juli dan 2 Agustus 2014 ( Pukul. 08.00 – 13.00 WIB )
  • Poli Minggu di Paviliun tanggal 3 Agustus 2014 ( Pukul. 08.00 – 13.00 WIB )
  • Instalasi Gawat Darurat ( Buka 24 jam ).

 

 
Ayo Mencuci Tangan ! PDF Cetak E-mail

 
Kita Bisa-Harus Bisa-Pasti Bisa-Cicendo Hebat ! PDF Cetak E-mail

Akreditasi Rumah Sakit adalah suatu pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada manajemen rumah sakit, karena telah memenuhi standar yang ditetapkan. Adapun tujuan akreditasi rumah sakit adalah meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, sehingga sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia yang semakin selektif dan berhak mendapatkan pelayanan yang bermutu.


Standar akreditasi rumah sakit disusun sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit dan menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit yang mewajibkan rumah sakit untuk melaksanakan akreditasi dalam rangka peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit minimal dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun sekali.

Akreditasi rumah sakit merupakan suatu proses dimana suatu lembaga, yang independen, melakukan asesmen terhadap rumah sakit. Tujuannya adalah menentukan apakah rumah sakit tersebut memenuhi standar yang dirancang untuk memperbaiki keselamatan dan mutu pelayanan. Standar akreditasi sifatnya berupa suatu persyaratan yang optimal dan dapat dicapai. Akreditasi menunjukkan komitmen nyata sebuah rumah sakit untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas asuhan pasien, memastikan bahwa lingkungan pelayanannya aman dan rumah sakit senantiasa berupaya mengurangi risiko bagi para pasien dan staf rumah sakit. Dengan demikian akreditasi diperlukan sebagai cara efektif untuk mengevaluasi mutu suatu rumah sakit, yang sekaligus berperan sebagai sarana manajemen.

Melalui proses akreditasi rumah sakit dapat :

  • Meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa rumah sakit menitik beratkan sasarannya pada keselamatan pasien dan mutu pelayanan.
  • Menyediakan lingkungan kerja yang aman dan efisien sehingga staf merasa puas.
  • Mendengarkan pasien dan keluarga mereka, menghormati hak-hak mereka, dan melibatkan mereka sebagai mitra dalam proses pelayanan.
  • Menciptakan budaya mau belajar dari laporan insiden keselamatan pasien.
  • Membangun kepemimpinan yang mengutamakan kerja sama. Kepemimpinan ini menetapkan prioritas untuk dan demi terciptanya kepemimpinan yang berkelanjutan untuk meraih kualitas dan keselamatan pasien pada semua tingkatan.

Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) telah melakukan survey dan penilaian di PMN Rumah Sakit Mata Cicendo pada 1 s.d 3 Juli 2014. Partisipasi dan kepedulian seluruh jajaran sangat terasa dalam upaya mensukseskan cita-cita untuk melaksanakan pelayanan terhadap pasien sesuai standar dan mendapat pengakuan dari semua pihak. Semoga segala upaya yang telah dilakukan dapat membuahkan hasil terbaik.

Kita Bisa..Harus Bisa…Pasti Bisa… Cicendo Hebat!!

 
Ayo menjadi Donor Mata ! PDF Cetak E-mail

Tidak perlu ragu bagi kita sesama umat manusia yang berkeinginan membantu saudaranya yang mengalami keterbatasan dalam penglihatannya. Salah satunya dengan menjadi DONOR MATA. Donor Mata adalah suatu tindakan menyumbangkan sebagian mata (kornea/selaput bening mata) untuk ditransplantasikan pada mata orang lain yang memerlukan.

Menjadi donor mata TIDAK bertentangan dengan semua ajaran agama. Anda menjadi donor mata apabila sudah meninggal dunia dan atas persetujuan ahli waris / keluarga.

Saat ini jumlah donor mata di Indonesia jauh lebih sedikit daripada jumlah kornea mata yang dibutuhkan bagi orang lain yang mengalami kebutaan kornea.Padahal donor mata sangat dibutuhkan bagi orang yang mengalami kebutaan kornea. Jumlah calon donor mata yang terdaftar di Bank Mata Indonesia sangat rendah apabila dibandingkan penduduk Indonesia. Saat ini Indonesia banyak menerima kornea donor dari Srilanka, India, Belanda maupun Amerika Serikat. Kalau mereka saja ikhlas dan bisa menyumbangkan matanya kenapa kita tidak bisa  dengan jumlah penduduk yang jauh lebih tinggi ? Sudah seharusnya saling berlomba untuk berbuat kebajikan membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung.

Mitos Seputar Donor Mata

  1. Diminta Pertanggung jawaban setelah kematian
    Banyak orang merasa  donor mata tidak boleh dilakukan karena takut diminta pertanggung jawaban setelah meninggal di akhirat. Mereka takut kornea mata digunakan untuk melihat untuk hal-hal yang jahat. Tetapi tahukan anda sebetulnya penglihatan dan kornea mata adalah dua hal yang berbeda ? Kornea Mata adalah bagian dari organ mata. Sedangkan gambaran / penglihatan adalah apa yang dilihat oleh mata. “Yang kita pertanggung jawab adalah apa yang kita lihat, lakukan, ucapkan dan bukan kornea mata nya.
  2. Seluruh bola mata diambil saat didonorkan
    Setelah kita meninggal dan apabila kita telah terdaftar di calon donor mata maka ahli waris wajib memberitahukan pihak Bank Mata Indonesia kurang dari 6 jam setelah calon donor mata dinyatakan meninggal dunia maka pihak bank mata Indonesia akan segera mengirimkan petugas nya untuk melakukan operasi kecil pengambilan kornea di tempat jenazah dibaringkan dan hanya mengambil kornea nya saja BUKAN bola matanya. Operasi kecil itu sangat cepat kurang dari 15 menit.
  3. Orang bermata minus/positif/silinder tidak boleh mendonorkan mata
    Hal itu tidaklah benar karena sebenarnya yang didonorkan adalah kornea nya bukan lensa mata. Oleh karena itu selama kornea masih dalam keadaan baik / tidak terlalu rusak, kornea mata anda dapat didonorkan dan menolong orang yang membutuhkan
  4. Donor Mata dilakukan saat orang masih hidup
    Hal itu tidaklah benar karena donor mata dilakukan saat pendonor sudah meninggal saja yang dilakukan di Indonesia. Bank Mata Indonesia tidak menerima donor dari orang yang masih hidup. Dan seluruh proses pendonoran tidak dipungut biaya apapun.

Meskipun demikian, tidak semua orang dapat menjadi pendonor mata saat meninggal, diantaranya dikarenakan mata yang rusak dimana bagian hitam sudah berubah putih akibat infeksi atau kecelakaan, orang yang pernah menjalani operasi katarak, penderita glaukoma, pengidap penyakit kronis akibat virus yang berakibat ke mata, penderita cytomegalovirus dan meningitis, atau meninggal karena rabies.

Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Unit Bank Mata PMN RS Mata Cicendo (022) 4231280 atau bagian Informasi (sumber : doktersehat.com & sumber lainnya)

 
« MulaiSebelumnya12345678BerikutnyaAkhir »

Halaman 1 dari 8


Copyright © 2012 RS Mata Cicendo-Bandung, All Rights Reserved.