Login Form



Follow Us

Poling

Bagaimana Menurut Anda Pelayanan RS Mata Cicendo?
 

Who's Online

 Tamu : 2 
Home
Cicendo Eye Hospital
PENGUMUMAN PEMENANG PEKERJAAN SEWA LAHAN DAN BANGUNAN POJOK MAKANAN, MINUMAN DAN KELONTONGAN TAHAP 2 PDF Cetak E-mail

Berikut kami sampaikan pengumuman pememang pekerjaan sewa lahan dan bangunan pojok makanan, minuman, dan kelontongan tahap 2

 

Terakhir Diupdate pada Senin, 13 Mei 2013 15:38
Selanjutnya...
 
Sekilas bersama Prof. Dr. dr. Nila F Moeloek, SpM(K) PDF Cetak E-mail

Sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (Perdami) Pusat dan juga sebagai Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs, Prof. Dr. dr. Nila F Moeloek, SpM(K) yang pada beberapa waktu lalu berkunjung ke PMN RS Mata Cicendo menyampaikan bahwa seluruh anggota Perdami mempunyai tugas dan wajib hukumnya untuk membuat orang “melihat”. Artinya, dokter mata harus melakukan upaya-upaya preventif, kemudian promotif untuk mata. “Jadi seperti kegiatan peringatan World Sight Day, jelas suatu promosi bagaimana menjaga kesehatan mata”, katanya.

Prof Nila tidak memungkiri katarak tidak bisa dicegah karena ada faktor usia. Tetapi secara preventif katarak itu bisa direhabilitasi. Jangan sampai terlambat, sebab kalau terlambat tidak bisa lagi direhabilitasi.

Secara dini, misalnya anak-anak dengan kelainan refraksi, karena anak-anak mempunyai kurun waktu, dia bisa melihat kembali. Artinya, mata anak-anak masih berkembang, tidak begitu lahir bisa melihat. Saat bayi lahir melihat cahaya, terang-gelap. Sempurnanya di usia 5 – 6 tahun.

Kita harus berupaya preventif. Caranya melalui pola hidup sehat. Di negara maju, katarak diderita oleh lansia, berusia 60 tahunan, anggap saja usianya sampai 80 tahun. Jadi masalah hidup dialami selama 20 tahun.

Di Indonesia, banyak yang masih berusia produktif, 46 tahun sudah menderita katarak, usianya sampai 72 tahun. Jadi permasalahan hidupnya menjadi lebih panjang. “Saya salut, angkat topi untuk dokter mata yang melakukan bakti sosial katarak, apalagi sampai pelosok di luar Jawa”.

(sumber : Majalah Mata edisi 03/2013, PMN RS Mata Cicendo)

 

 
M i t o s PDF Cetak E-mail

Getah Tanaman Nanangkaan

Pengobatan alternatif selalu menjadi pilihan masyarakat dalam mengobati penyakit yang dideritanya. Selain murah, yang sering di lakukan berobat secara alternatif biasanya menggunakan obat-obatan tradisional. Seperti yang sudah di lakukan N, 24 tahun “saya hampir tidak pernah berobat ke dokter,” ujar ibu 2 anak ini.

Mengobati anaknya, atau suaminya, N selalu memanggil “aki” yang menjadi langganannya. Termasuk N sendiri, ketika matanya mulai terasa pusing dan disertai dengan mual-mual. Bukan pergi berobat ke dokter, ia malah memanggil “aki” untuk segera datang kerumah.

Padahal mata N sudah minus 1 yang kiri, sedangkan mata kanannya minus 1,5 ditambah silindris. Pengobatan alternatif selalu menjadi pilihannya. Cara pengobatan yang dijalaninnya adalah dengan ditotok. Dipijit dan bagian-bagian yang pentingnya saja. Istilah dibuka syarafnya supaya lancar peredaran darahnya.

Semua jenis penyakit hampir sama cara pengobatannya. Tetapi ada beberapa bagian yang di pijat agak lama. Selain itu anjuran obat yang harus diminumpun berbeda-beda. Nah, khusus untuk mata pijatan yang paling lama pijatan yang paling lama pada bagian siku tangan. Sebelumnya, pijatan bagian kaki, paha, punggung, kepala, dst. Titik refleksi. Sudah dilakukan.

Jika sudah di pijat bagian lengan, mata N sudah mulai sehat. Tidak terasa pusing lagi. Bahkan sebaliknya kalau kacamatanya dipakai, terasa pusing dan buram. Tapi,itu hanya berlangsung beberapa hari saja, selebihnya kembali seperti semula, pusing, mual dan buram. “Tanpa kacamata, kalau melihat sesuatu itu harus memicingkan mata,” tegasnya .

Walaupun demikian, N tidak bosan-bosannya “berobat” kepada Aki. Dan ia juga selalu mengikuti anjuran dari Aki.

Beberapa waktu yang lalu, mata N terasa sakit juga disertai dengan pusing. Seperti biasa ia memanggil Aki. Usai dipijat.Aki Maman diberi segelas air minum yang sudah di jampi-jampi. Selanjutnya, N disarankan mencari tanaman Nanangkaan-Red Sunda. Getahnya di teteskan kemata. “Insya Allah, dengan getah itu, penyakit matanya akan hilang, lamad yang menghalangi mata akan hilang terkikis dengan getah nanangkaan tadi” tegas Aki.

Hendrapun sibuk mencari, tanaman tersebut. Jarang ditemukan, dan tidak banyak orang yang tahu tentang tanaman tersebut. Tetapi atas bantuan tetangganya, bisa juga ditemukan tanaman itu. Sudah hampir satu bulan N meneteskan getah tanaman itu pada matannya, tetapi hasilnya belum ada perubahan .

Karena bosan, cape dan tanamannya susah dicari, N pun menghentikan “pengobatan”nya. Padahal menurut aki, setelah tiga atau empat kali di tetes menggunakan getah tanaman itu, penyakit trahumnya akan sembuh. Buktinya, N sudah lebih dari 4x, tetap belum sembuh.
(sumber : Majalah MATA, PMN RS Mata Cicendo Edisi No. 02/2013)

 

 
Follow: @rs_matacicendo PDF Cetak E-mail

TWITTER : @rs_matacicendo

Twitter menyimpan sebuah potensi yang sangat besar yang sayang untuk disia-siakan begitu saja. Twitter sendiri merupakan sebuah perpaduan antara SMS dan internet yang menawarkan cara yang sederhana, seketika dan fleksibel. Dikatakan sederhana karena menggunakan layanan twitter sangat mudah, semudah menggunakan SMS. Layanan twitter juga dapat dikatakan seketika karena dengan menekan sebuah tombol, informasi yang Anda sampaikan langsung disebarluaskan. Selain itu penggunaan twitter juga sangat fleksibel. Apapun perangkat yang Anda miliki, komputer, laptop, tablet pc, hingga handphone dapat digunakan untuk berbagi tweet.

Dengan bergabung di twitter @rs_matacicendo milik PMN RS Mata Cicendo kita dapat saling berbagi dan mendapat informasi maupun Tips, khususnya mengenai Seputar Kesehatan Mata.

Mari kita merubah kebiasaan berkomunikasi dengan cara yang lebih mudah dan praktis dengan memanfaatkan media twitter. Selamat bergabung di @rs_mata cicendo atau klik icon follow us dibagian kiri website kami

 

 
PENGUMUMAN PEMENANG SAYEMBARA ULANG PEKERJAAN SEWA LAHAN DAN BANGUNAN UNTUK PHOTOCOPY PDF Cetak E-mail
Selasa, 30 April 2013 13:51

Selanjutnya...
 
« MulaiSebelumnya12345BerikutnyaAkhir »

Halaman 1 dari 5


Copyright © 2012 RS Mata Cicendo-Bandung, All Rights Reserved.