Login Form



Follow Us

Poling

Bagaimana Menurut Anda Pelayanan Rawat Jalan Paviliun di RS Mata Cicendo?
 

Who's Online

 Tamu : 20 
Home
Cicendo Eye Hospital
Rabun Jauh (Miopia) bukanlah penyakit ! PDF Cetak E-mail

Rabun jauh atau miopia terjadi bila cahaya yang masuk ke dalam mata sudah difokuskan di depan retina, sehingga bayangan sesuatu dari kejauhan terlihat buram. Hal ini terjadi karena adanya kesalahan pembiasan optik di mata kita. Jika seorang anak tidak bisa melihat papan tulis dengan jelas dari bagian belakang kelas, kemungkinan bahwa dia mengalami rabun jauh.

Miopia dapat terjadi mulai dari derajat minimal hingga ekstrim. Semakin Jauh benda yang dilihat, semakin kabur penglihatan Anda, tetapi semakin dekat benda yang dilihat semakin anda dapat melihat dengan jelas. Dengan kata lain, tajam penglihatan miopia memiliki penglihatan dekat yang lebih baik dibanding mata normal.

Umumnya miopia mulai muncul secara bertahap antara usia 8 dan 12 tahun, meskipun bisa terjadi di usia prasekolah hingga akhir usia 80. Miopia dapat menjadi gangguan namun jelas bukan penyakit. Orang dengan miopia akan melepaskan kacamatanya saat melihat dekat. Bahkan, kemampuan ini bisa menjadi keuntungan nyata, terutama setelah usia pertengahan dimana mereka lambat memerlukan kacamata presbiopia dibandingkan orang miopia.

Satu-satunya gejala miopia adalah penglihatan kabur untuk obyek yang jauh. Kelelahan mata, mata terbakar, sakit kepala, dan toleransi terbatas untuk membaca sering Menyertai miopia, tetapi itu bukan merupakan gejala dari miopia itu sendiri.

Dalam kebanyakan kasus, miopia adalah variasi ukuran bola mata, seperti ukuran kaki atau tinggi badan. Mata miopia memiliki diameter bola mata yang panjang, sehingga perjalanan cahaya terlalu jauh untuk kekuatan optik pada umumnya, artinya kekuatan optik menjadi terlalu kuat bagi mata. Penelitian menunjukkan bahwa miopia dapat ditentukan oleh faktor keturunan.

Beberapa populasi (para orang Eskimo Inuit, misalnya) telah menunjukkan pergeseran statistik terhadap miopia ketika, selama bertahun-tahun, beberapa anggota masyarakat mereka merubah kegiatan sehari-hari yang awalnya di luar ruangan menjadi bekerja di dalam dan melakukan pekerjaan lebih dekat. Bagaimanapun, fakta ini tidak berarti bahwa jika seorang individu melakukan banyak pekerjaan dekat, dia akan menjadi rabun.

Selain faktor keturunan, ada beberapa penyebab miopia yang kurang umum. Miopia yang muncul (atau meningkat) di usia pertengahan dapat menjadi tanda katarak awal. Dalam diabetes yang tidak terkontrol, miopia terjadi secara tiba-tiba dan kemudian mudah berubah dari hari ke hari.

Seiring pertumbuhan tubuh anak-anak, diameter bola mata juga ikut berkembang, dah ini dapat menyebabkan peningkatan bertahap dalam miopia. Dan seperti pertumbuhan tubuh yang kecepatannya tidak sama, perubahan miopia mungkin juga tidak merata. Selama masa remaja, perubahan dapat terjadi lebih cepat dan memerlukan kacamata baru lebih dari sekali dalam setahun, tetapi ketika pertumbuhan tubuh melambat atau berhenti (biasanya dengan usia 18), miopia cenderung stabil. Biasanya tidak ada alasan untuk khawatir tentang perubahan pada koreksi lensa yang terjadi selama masa remaja. Hampir tidak pernah ada bahaya nyata untuk penglihatan, dan tajam penglihatan hampir selalu dapat dikoreksi 20/20 atau lebih baik dengan kacamata atau lensa kontak.

Ada jenis yang sangat langka miopia, disebut miopia progresif ganas, yang merupakan kondisi yang serius dan menyebabkan kerusakan struktural bertahap untuk mata. Jenis ini membutuhkan evaluasi klinis rutin.

Untungnya, kacamata atau lensa kontak menjadi cara efektif untuk memberikan tajam penglihatan yang jelas

Anak dengan rabun jauh harus diperiksa untuk kacamata setiap tahun atau lebih lebih cepat, dan orang dewasa rabun jauh setiap 2 sampai 3 tahun sesuai dengan gejala yang dirasakan. Untuk keamanan mata, material lensa harus tahan benturan, tapi yang paling aman untuk orang yang aktif lebih baik menggunakan material plastik polikarbonat yang memberikan perlindungan terbaik terhadap cedera mata. (sumber: ofkom.org)

 
Harapan Baru Bagi Penderita Diabetes Melitus Terhadap Ancaman Kebutaan PDF Cetak E-mail

Retinopati Diabetika adalah komplikasi umum dari diabetes, terjadi ketika kadar gula darah tinggi merusak sel-sel di retina di bagian belakang mata. Penyakit ini adalah penyebab paling umum kehilangan penglihatan pada orang usia kerja. Diperkirakan bahwa di Inggris setiap tahun 4.200 orang beresiko kebutaan yang disebabkan oleh retinopati diabetik, dengan 1.280 kasus baru diidentifikasi setiap tahun.

Sebagai bagian dari Diagnosis, sebuah proyek yang dipimpin oleh University of Lincoln, Inggris dan program Marie Curie, Peneliti Georgios Leontidis, sedang meneliti metode baru untuk deteksi dini dan diagnosis penyakit dengan mengembangkan model komputer yang dapat mendeteksi  perubahan kecil dalam pembuluh darah retina mata.

Didanai oleh program Marie Curie Uni Eropa,  University Lincoln telah dianugerahi € 900.000 dari anggaran € 3.800.000 untuk memimpin proyek dan mengembangkan pencitraan retina. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan diagnosis, prognosis dan pencegahan penyakit seperti diabetes, hipertensi, stroke dan penyakit jantung koroner dan penyakit retina.

Semua orang dengan diabetes berada pada beberapa risiko mengembangkan retinopati diabetes, terlepas dari apakah kondisi mereka dikendalikan oleh diet, tablet atau retinopati insulin.Diabetes berlangsung dengan waktu, tetapi mungkin tidak menimbulkan gejala sampai timbulnya fase yang mempengaruhi retina.

Retina adalah lapisan peka cahaya jaringan, melapisi permukaan dalam mata. Optik mata membuat gambar dunia visual pada retina dengan cara yang mirip dengan film dalam camera.Diabetes yang mempengaruhi struktur dinding pembuluh, membuat mereka kaku. Pada fase lanjut  ini menyebabkan dinding pembuluh darah rusak, membuat pendarahan dan aneurisma mikro, yang merupakan tahap pertama retinopati diabetes.

Georgios, seorang insinyur Elektronika dan Komputer  di University of Lincoln School of Computer Science, sedang  menelitii efek dari diabetes pada dinding pembuluh retina dan bagaimana hal ini akhirnya mempengaruhi aliran darah di seluruh pembuluh darah retina.

Dia berkata: “Di sini, di University of Lincoln, upaya kami berfokus pada analisis gambar pasien diabetes sebelum tahap pertama retinopati diabetes terjadi. Kita ingin melihat perubahan apa yang menyebabkan diabetes ke pembuluh retina dan bagaimana perubahan ini berkembang menjadi retinopati. . Kami kemudian akan mencoba untuk mengkorelasikan fitur standar yang kita ambil dari gambar-gambar ini dengan perubahan fungsional yang terjadi, seperti kelainan pada tekanan darah, Volume aliran darah dan kecepatan aliran darah, serta untuk mengasosiasikan mereka dengan beberapa faktor risiko seperti usia, jenis diabetes, durasi diabetes, jenis kelamin dan merokok. ”

Sumber : University of Lincoln. “Research presents new hope of early diagnosis of major cause of blindness.” ScienceDaily. ScienceDaily, 22 January 2014. .www.ofkom.org

 

 
15 Hal Menarik Tentang Mata PDF Cetak E-mail
  • Mata memiliki lebih dari 2 juta bagian yang bekerjasama untuk menghasilkan suatu persepsi
  • Rerata orang berkedip adalah 12 kali per menit sehingga terjadi sekitar 10.000 kedipan per hari
  • Mata dapat memproses 36.000 bit informasi setiap jam.
  • Hanya 1/6 bola mata terkena dunia luar, dan 1/6 nya adalah kornea
  • Bulu mata memiliki rentang hidup rata-rata 5 bulan.
  • Bola mata dari manusia berat sekitar 28 gram dengan diameter dari depan-belakang sekitar 24 mm.
  • Mata Anda akan fokus pada hal-hal sekitar 50 per detik.
  • Sekitar setengah dari otak kita terlibat dalam proses penglihatan.
  • ”Pemanasan” mata dalam mencapai potensi kerja maksimal sangat cepat dibandingkan organ lainnya, yaitu 24:7
  • Otot-otot eksternal yang menggerakkan mata adalah otot terkuat dalam tubuh manusia untuk pekerjaan yang harus mereka lakukan, yaitu 100 kali lebih kuat dari otot lainnya
  • Luka pada lapisan luar kornea akan sembuh dalam 48 jam
  • Bayi baru lahir tidak menghasilkan air mata walaupun menangis dengan suara keras
  • Setiap mata memiliki “area buta”, tetapi kita tidak menyadarinya karena kedua mata kita saling bekerjasama untuk mengisi “area buta” tersebut.
  • Setiap 5 menit terdapat 1 orang dewasa yang menjadi buta di seluruh dunia, dan setiap 1 menit terdapat 1 anak yang menjadi buta.
  • 80% kebutaan dapat dicegah dan diobati

· (           sumber : ofkom.org

 
PMN RS Mata Cicendo Lulus Tingkat Paripurna PDF Cetak E-mail

Setelah melalui proses survey, akhirnya Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung dinyatakan lulus  dan berhak mendapatkan sertifikat akreditasi rumah sakit TINGKAT PARIPURNA dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) No. KARS-SERT/49/VII/2014 yang diserahkan langsung oleh Ketua Komisi Akreditasi Rumah Sakit Dr.dr. Sutoto, M. Kes.

Berdasarkan standar Akreditasi 2012, tingkat paripurna merupakan nilai kelulusan tertinggi yang dapat dicapai oleh rumah sakit.

Keberhasilan Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung meraih nilai tertinggi akreditasi ini merupakan wujud dari komitmen bersama seluruh jajaran direksi dan karyawan untuk memberikan pelayanan kesehatan mata yang paripurna, diharapkan kepercayaan semua pihak meningkat dengan berorientasi pada kepuasan bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

 

 
Kita Bisa-Harus Bisa-Pasti Bisa-Cicendo Hebat ! PDF Cetak E-mail

Akreditasi Rumah Sakit adalah suatu pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pada manajemen rumah sakit, karena telah memenuhi standar yang ditetapkan. Adapun tujuan akreditasi rumah sakit adalah meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, sehingga sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia yang semakin selektif dan berhak mendapatkan pelayanan yang bermutu.


Standar akreditasi rumah sakit disusun sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit dan menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit yang mewajibkan rumah sakit untuk melaksanakan akreditasi dalam rangka peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit minimal dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun sekali.

Akreditasi rumah sakit merupakan suatu proses dimana suatu lembaga, yang independen, melakukan asesmen terhadap rumah sakit. Tujuannya adalah menentukan apakah rumah sakit tersebut memenuhi standar yang dirancang untuk memperbaiki keselamatan dan mutu pelayanan. Standar akreditasi sifatnya berupa suatu persyaratan yang optimal dan dapat dicapai. Akreditasi menunjukkan komitmen nyata sebuah rumah sakit untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas asuhan pasien, memastikan bahwa lingkungan pelayanannya aman dan rumah sakit senantiasa berupaya mengurangi risiko bagi para pasien dan staf rumah sakit. Dengan demikian akreditasi diperlukan sebagai cara efektif untuk mengevaluasi mutu suatu rumah sakit, yang sekaligus berperan sebagai sarana manajemen.

Melalui proses akreditasi rumah sakit dapat :

  • Meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa rumah sakit menitik beratkan sasarannya pada keselamatan pasien dan mutu pelayanan.
  • Menyediakan lingkungan kerja yang aman dan efisien sehingga staf merasa puas.
  • Mendengarkan pasien dan keluarga mereka, menghormati hak-hak mereka, dan melibatkan mereka sebagai mitra dalam proses pelayanan.
  • Menciptakan budaya mau belajar dari laporan insiden keselamatan pasien.
  • Membangun kepemimpinan yang mengutamakan kerja sama. Kepemimpinan ini menetapkan prioritas untuk dan demi terciptanya kepemimpinan yang berkelanjutan untuk meraih kualitas dan keselamatan pasien pada semua tingkatan.

Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) telah melakukan survey dan penilaian di PMN Rumah Sakit Mata Cicendo pada 1 s.d 3 Juli 2014. Partisipasi dan kepedulian seluruh jajaran sangat terasa dalam upaya mensukseskan cita-cita untuk melaksanakan pelayanan terhadap pasien sesuai standar dan mendapat pengakuan dari semua pihak. Semoga segala upaya yang telah dilakukan dapat membuahkan hasil terbaik.

Kita Bisa..Harus Bisa…Pasti Bisa… Cicendo Hebat!!

 
« MulaiSebelumnya12345678BerikutnyaAkhir »

Halaman 1 dari 8


Copyright © 2012 RS Mata Cicendo-Bandung, All Rights Reserved.