Login Form



Follow Us

Poling

Bagaimana Menurut Anda Pelayanan Rawat Jalan Paviliun di RS Mata Cicendo?
 

Who's Online

 Tamu : 10 
Home
Cicendo Eye Hospital
Diabetes menimbulkan kebutaan? PDF Cetak E-mail
Apakah diabetes menimbulkan gangguan pada mata?

Masalah kesehatan mata pada orang dengan diabetes merupakan akibat komplikasi diabetes hingga dapat menyebabkan kehilangan penglihatan yang parah atau bahkan kebutaan. Masalah kesehatan mata akibat komplikasi diabetes antara lain:

  1. Retinopati diabetika (kerusakan pada pembuluh darah di retina)
  2. Katarak-kekeruhan lensa mata berkembang pada usia lebih dini pada orang
    dengan diabetes.
  3. Glaucoma-peningkatan tekanan cairan di dalam mata
    yang menyebabkan kerusakan saraf optik dan kehilangan penglihatan.
    Seseorang dengan diabetes hampir dua kali lebih mungkin
    untuk mendapatkan glaukoma sebagai orang dewasa lainnya.

 

Apa yang dimaksud retinopati diabetika?

Retinopati diabetika adalah penyakit mata diabetes yang paling umum dan penyebab utama kebutaan pada orang dewasa di Amerika. Hal ini disebabkan oleh karena adanya perubahan dalam pembuluh darah retina.

Pada retinopati diabetika, pembuluh darah dapat membengkak dan timbul kebocoran seperti halnya yang terjadi pada organ lain di tubuh, yang diakibatkan oleh kadar gula darah yang tidak terkontrol. Akibatnya suplai nutrisi dan oksigen pada retina yang dituju oleh pembuluh darah tersebut terganggu. Kondisi kurangnya nutrisi dan oksigen memacu pertumbuhan pembuluh darah baru untuk memenuhi kebutuhannya. Pembuluh darah baru tersebut tumbuh pada permukaan retina tetapi strukturnya tidak sebaik pembuluh darah yang seharusnya yang mudah sekali pecah. Inilah awal bencana gangguan penglihatan dan kebutaan.

Seberat apa gangguan di mata akibat retinopati diabetika?

Ada 4 tahap kerusakan pembuluh darah pada retinopati diabetika yang terjadi secara berkelanjutan bila tidak ada upaya intervensi pencegahan.

  1. Retinopati diabetika non proliferatif ringan. Pada tahap awal ini terjadi mikroaneurisma, yaitu daerah kecil seperti balon pembengkakan dalam pembuluh darah kecil retina. Pembengkakan pembuluh darah dapat pecah dan menimbulkan perdarahan-perdarahan kecil. Pada tahap ringan area yang terkena masih sangat terbatas. Pada tahap ini belum terjadi gangguan penglihatan. Bila pada tahap ini sudah terdeteksi dan dilakukan pencegahan agar tidak berlanjut ke tahap selanjutnya, gangguan penglihatan dan kebutaan bisa dihindari. Jenis intervensi yang dibutuhkan pada tahap ini sangat sederhana, yaitu mengoptimalkan terapi medikamentosa dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah, dan kadar lemak dalam darah.
  2. Retinopati diabetika non proliferatif sedang. Bila kondisi tahap 1 berjalan terus, Luas area retina yang terkena menjadi lebih besar tetapi masih kurang dari 4 quadran. Pada tahap ini sudah perlu pengawasan dokter ahli mata. Terapi yang optimal pada tahap 1 harus dilanjutkan.
  3. Retinopati diabetika non proliveratif berat. pembuluh darah yang terganggu dan tersumbat menjadi lebih banyak dan sudah meliputi area 4 quadran. Kondisi ini mengirimkan sinyal ke tubuh untuk menumbuhkan pembuluh darah baru. Pada tahap ini perlu dilakukan intervensi laser fotokoagulasi oleh dokter
  4. Retinopati proliferatif. Pada stadium lanjut ini, sinyal yang dikirim oleh retina untuk makanan memicu pertumbuhan pembuluh darah baru. Kondisi pembuluh darah yang baru adalah abnormal dan rapuh. Mereka tumbuh di sepanjang retina dan di sepanjang permukaan cairan vitreous yang mengisi bagian dalam mata. Pembuluh darah ini tidak menyebabkan gejala atau kehilangan penglihatan. Namun saat terjadi kebocoran darah akibat rapuhnya dinding pembuluh darah, darah akan mengganggu kejernihan cairan vitreus dan menimbulkan kehilangan penglihatan berat, bahkan dapat mengakibatkan kebutaan. Pada tahap ini, terapi laser sudah menjadi keharusan dan kemungkinan besar dibutuhkan tindakan operasi untuk mencegah pemburukan kondisi. Optimalisasi pengaturan kadar gula darah, kadar lemak darah, dan tekanan darah harus terus dipantau.

Kapan terjadinya gangguan mata pada penderita diabetes?

Semua orang dengan diabetes – baik tipe 1 dan tipe 2 – memiliki risiko terjadinya retinopati diabetika.  25% penderita diabetes melitus tipe 1 mengalami retinopati diabetika proliferatif 15 tahun setelah diagnosis awal diabetes. Sedangkan sebanyak 40% penderita diabetes melitus tipe 2  mengalami retinopati diabetika saat 5 tahun setelah diagnosis awal diabetes. Itulah mengapa setiap orang dengan diabetes harus mendapatkan pemeriksaan mata dengan pupil lebar dan komprehensif setidaknya sekali setahun. Semakin lama seseorang memiliki diabetes, semakin besar kemungkinan dia akan mendapatkan retinopati diabetika. Antara 40 sampai 45 persen orang Amerika didiagnosis dengan diabetes memiliki beberapa tahap retinopati diabetika. Jika Anda memiliki retinopati diabetika, dokter anda dapat merekomendasikan pengobatan untuk membantu mencegah perkembangannya.

Selama kehamilan, retinopati diabetika mungkin menjadi masalah bagi wanita dengan diabetes. Untuk melindungi penglihatannya, setiap wanita hamil dengan diabetes harus melakukan pemeriksaan mata dengan pupil lebar dan komprehensif sesegera mungkin. Dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan tambahan selama kehamilan Anda.

Apa yang harus dilakukan untuk melindungi penglihatan dari kebutaan akibat diabetes?

  1. Jika Anda adalah penderita diabetes, lakukanlah pemeriksaan mata dengan pupil lebar dan komprehensif setidaknya sekali setahun dan ingatlah Retinopati proliferatif dapat berkembang tanpa gejala. Pada stadium lanjut, Anda berada pada risiko tinggi untuk menjadi buta. Gangguan makula sebagai pusat penglihatan juga dapat berkembang tanpa gejala pada salah satu dari empat tahap retinopati diabetika. Bahkan anda dapat mengalami retinopati proliferatif dan gangguan makula secara bersama-sama dan masih memilik penglihatan yang baik-baik saja. Namun, Anda berada pada risiko tinggi terancam kebutaan kapan saja. Dokter ahli mata dapat mengetahui apakah Anda memiliki gangguan makula atau retinopati diabetika. Bila Anda melakukan deteksi dini dan pengobatan tepat waktu maka anda dapat mencegah kehilangan penglihatan. Jika Anda memiliki retinopati diabetika, Anda mungkin perlu melakukan pemeriksaan mata lebih sering. Orang-orang dengan retinopati proliferatif dapat mengurangi risiko kebutaan sebanyak 95 persen dengan penanganan yang tepat waktu dan perawatan tindak lanjut yang sesuai.
  2. Penelitian menunjukkan bahwa kontrol yang lebih baik terhadap kadar gula darah dapat memperlambat onset dan perkembangan retinopati. Orang-orang dengan diabetes yang kadar gula darahnya dijaga mendekati normal mungkin juga memiliki komplikasi organ lain yang jauh lebih sedikit. Kontrol yang lebih baik juga mengurangi kebutuhan untuk operasi laser untuk menjaga penglihatan. Melakukan kontrol gula darah mungkin tidak mudah bagi semua orang, termasuk beberapa pasien usia lanjut, anak-anak di bawah usia 13 tahun, atau orang-orang dengan penyakit jantung. Pastikan untuk meminta dokter Anda memberikan program pengendalian yang tepat bagi Anda.
  3. Penelitian lain telah menunjukkan bahwa mengendalikan tekanan darah tinggi dan kolesterol dapat mengurangi resiko kehilangan penglihatan. Melakukan kontrol pada kedua pemeriksaan ini akan membantu kesehatan Anda secara keseluruhan serta membantu melindungi penglihatan Anda.

 

Bagaimana gejala yang timbul pada retinopati diabetika? Nantikan di artikel selanjutnya.

Sumber : ofkom.org (http://www.nei.nih.gov/health/diabetic/retinopathy.asp)

 
Edumata Wisata PDF Cetak E-mail

Edumata Wisata adalah wisata kesehatan yang dikemas melalui konsep preventif yang bertujuan memberikan informasi tentang kesehatan mata yang dikemas secara menarik sehingga para pengunjung dapat menangkap pesan kesehatan dengan mudah dan mendapatkan kepuasan rekreasi

( video terkait http://www.youtube.com/watch?v=M29hsnKA3GI)

 

Kunjungan Museum Cicendo
Rumah Sakit Mata Cicendo dengan usia lebih dari 100 tahun, memiliki koleksi alat-alat kesehatan mata yang cukup lengkap. Salah satu bagian di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung disajikan alat-alat untuk pemeriksaan mata yang pernah dipergunakan di waktu lampau.

Orientasi
Banyak fasilitas yang terdapat di lingkungan PMN RS Mata Cicendo, peserta akan diajak berkeliling untuk mengenal tiap bagian yang ada

Film Edukasi
Film animasi akan ambil bagian untuk memberi gambaran seluk beluk mata / indera penglihatan.

Skrining
Bentuk tindakan preventif menjaga kesehatan mata, skrining diberikan pula pada peserta Edumata Wisata.

Dokumentasi kunjungan
Momen Edumata wisata di PMN RS Mata Cicendo akan menjadi momen menarik dan sayang bila dilewatkan. Dokumentasi akan diberikan disertai kostum ‘pelaku kesehatan mata’ dalam pengambilan gambarnya.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi informasi di (022) 4231280 / 81.

Jangan lewatkan kesempatan yang menarik ini, Sambil berwisata dengan nuansa berbeda, kita dapat mengenal lebih jauh mengenai Kesehatan Mata hanya di Edumata Wisata PMN RS Mata Cicendo

 

 
105 Tahun Cicendo ku... PDF Cetak E-mail

Jum’at tanggal 03 Januari 2014 menjadi hari bersejarah bagi Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, karena tepat sudah berusia 105 tahun. Dengan dirayakan secara sederhana namun tidak mengurangi kekhidmatan didalamnya. Peringatan 105 tahun kali ini dilaksanakan upacara, penetapan Star of The Year 2013, Sosialisasi Donor Mata yang diperkuat Fatwa MUI, Penyerahan Hibah Mobil Operasional dari Bank Mandiri ke PMN RS Mata Cicendo, Pemberian bunga dan cindera mata bagi pasien/pengunjung rumah sakit.

Perayaan HUT yang bertema Life without Darkness atau Hidup tanpa Kegelapan juga dihadiri Ketua Bank Mata Jawa Barat Ny, Netty Ahmad Heryawan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Jajaran Dewan Pengawas, para Mantan Direksi PMN RS Mata Cicendo, juga undangan lainnya. Pada kesempatan ini Direktur Utama PMN RS Mata Cicendo menetapkan menjadi ‘Donor Mata’ yang diikuti oleh undangan yang hadir dan para karyawan PMN RS Mata  Cicendo.


 

 
Kacamata pada Anak

Kapan Tajam Penglihatan Anak Diperiksa?
Penglihatan anak sudah menjadi sempurna setelah anak berumur 3 tahun. Jadi pemeriksaan tajam penglihatan anak dapat dilakukan sejak umur 3 tahun terutama bila ada kelainan yang tampak, keluarga memakai kacamata. Tidak perlu menunggu anak dapat membaca.

Kapan Anak Mulai Boleh Memakai Kacamata?
Segera setelah dianjurkan memakai kacamata oleh dokter mata.

Kapan Anak Memakai Kacamata Harus Kontrol?
Pada anak < 12 tahun sudah memakai kacamata, dianjurkan kontrol setiap 6 bulan, dan bagi anak yang lebih besar bisa setiap tahun kontrol.

Ada Berapa Macam Kelainan yang Harus Memakai Kacamata?
Miopia: kacamata minus, rabun jauh. Anak jelas melihat dekat dan kabur melihat jauh.
Hipermetropia: kacamata plus, rabun dekat. Anak kabur bila melihat dekat dan jauh, dengan keluhan cepat lelah kalau baca dekat.
Silinder: keadaan dimana lengkung kornea horisontal mempunyai jari-jari tidak sama dengan lengkung kornea vertikal, sehingga bayangan satu titik terlihat sebagai garis. Lihat tulisan seperti fotokopi yang jelek. Cepat lelah bila membaca dekat.
Presbiopia: kesukaran membaca dekat pada orang berumur lebih dari 40 tahun.

Adakah Obat untuk Kelainan Kacamata?
Tidak ada, kecuali memakai kacamata. Kacamata bukan obat untuk menghilangkan, mengurangi, menghambat penambahan minus/plusnya. Kacamata hanya alat bantu supaya anak melihat jauh dan dekat dengan jelas. Kalau minus/plusnya berubah maka kacamata harus diganti dengan ukuran yang sesuai.

Bagaimana Tanda-tanda Anak dengan Kelainan Kacamata?
Melihat TV harus selalu dalam jarak sangat dekat.
Membaca buku pada jarak sangat dekat.
Melihat jauh dengan mata memicing, atau kepala miring.
Ada juling ke arah dalam/luar.

Apakah yang Disebut dengan Mata Malas?
Mata yang terlambat memakai kacamata, retina matanya tidak terlatih maka penglihatannya tetap tidak baik walau pun sudah memakai kacamata , lensa kontak atau operasi. Mata malas memerlukan latihan yang lama dan sabar dari orang tua dan anaknya.

Anjuran
Anak-anak yang harus berkacamata jangan merasa malu/rendah diri.
Orang tua/guru harus membantu anak-anak supaya mereka mau berkacamata.
Bagi anak kurang dari 7 tahun, bermain PS atau komputer sebaiknya tidak lebih dari 1 jam sehari.
Mohon para guru menasehati murid-murid agar tidak menertawakan kawannya yang harus berkacamata.
Sesudah belajar/menonton TV/menggunakan komputer selama 1 jam, sebaiknya istirahatkan mata selama 10 - 15 menit.


 
Kita Jelang JKN 2014 PDF Cetak E-mail

Di Indonesia, falsafah dan dasar negara Pancasila terutama sila ke-5 juga mengakui hak asasi warga atas kesehatan. Hak ini juga termaktub dalam UUD 45 pasal 28H dan pasal 34, dan diatur dalam UU No. 23/1992 yang kemudian diganti dengan UU 36/2009 tentang Kesehatan. Dalam UU 36/2009 ditegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau.

Sebaliknya, setiap orang juga mempunyai kewajiban turut serta dalam program jaminan kesehatan sosial. Untuk mewujudkan komitmen global dan konstitusi di atas, pemerintah bertanggung jawab atas pelaksanaan jaminan kesehatan masyarakat melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi kesehatan perorangan. Usaha ke arah itu sesungguhnya telah dirintis pemerintah dengan menyelenggarakan beberapa bentuk jaminan sosial di bidang kesehatan, diantaranya adalah melalui PT Askes (Persero) dan PT Jamsostek (Persero) yang melayani antara lain pegawai negeri sipil, penerima pensiun, veteran, dan pegawai swasta. Untuk masyarakat miskin dan tidak mampu pemerintah memberikan jaminan melalui skema Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Namun demikian, skema-skema tersebut masih terfragmentasi, terbagi-bagi. Biaya kesehatan dan mutu pelayanan menjadi sulit terkendali.

Untuk mengatasi hal itu, pada 2004, dikeluarkan Undang-Undang No.40 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). UU 40/2004 ini mengamanatkan bahwa jaminan sosial wajib bagi seluruh penduduk termasuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui suatu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 juga menetapkan, Jaminan Sosial Nasional akan diselenggarakan oleh BPJS, yang terdiri atas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Khusus untuk Jaminan Kesehatan Nasional  (JKN) akan diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan yang implementasinya dimulai 1 Januari 2014. Secara operasional, pelaksanaan JKN dituangkan dalam Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden, antara lain: Peraturan Pemerintah No.101 Tahun 2012 tentang Penerima Bantuan Iuran (PBI); Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan; dan Peta Jalan JKN (Roadmap Jaminan Kesehatan Nasional).

Mendukung pelaksanaan tersebut, Kementerian Kesehatan memberikan prioritas kepada jaminan kesehatan dalam reformasi kesehatan. Kementerian Kesehatan tengah mengupayakan suatu regulasi berupa Peraturan Menteri, yang akan menjadi payung hukum untuk mengatur antara lain pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan tingkat pertama, dan pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan. Peraturan Menteri juga akan mengatur jenis dan plafon harga alat bantu kesehatan dan pelayanan obat dan bahan medis habis pakai untuk Peserta Jaminan Kesehatan Nasional.(sumber : Buku Sosialisasi BPJS)

 
« MulaiSebelumnya123456789BerikutnyaAkhir »

Halaman 4 dari 9


Copyright © 2012 RS Mata Cicendo-Bandung, All Rights Reserved.