Login Form



Follow Us

Poling

Bagaimana Menurut Anda Pelayanan Rawat Jalan Paviliun di RS Mata Cicendo?
 

Who's Online

 Tamu : 9 
Home
Cicendo Eye Hospital
Kita Jelang JKN 2014 PDF Cetak E-mail

Di Indonesia, falsafah dan dasar negara Pancasila terutama sila ke-5 juga mengakui hak asasi warga atas kesehatan. Hak ini juga termaktub dalam UUD 45 pasal 28H dan pasal 34, dan diatur dalam UU No. 23/1992 yang kemudian diganti dengan UU 36/2009 tentang Kesehatan. Dalam UU 36/2009 ditegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau.

Sebaliknya, setiap orang juga mempunyai kewajiban turut serta dalam program jaminan kesehatan sosial. Untuk mewujudkan komitmen global dan konstitusi di atas, pemerintah bertanggung jawab atas pelaksanaan jaminan kesehatan masyarakat melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi kesehatan perorangan. Usaha ke arah itu sesungguhnya telah dirintis pemerintah dengan menyelenggarakan beberapa bentuk jaminan sosial di bidang kesehatan, diantaranya adalah melalui PT Askes (Persero) dan PT Jamsostek (Persero) yang melayani antara lain pegawai negeri sipil, penerima pensiun, veteran, dan pegawai swasta. Untuk masyarakat miskin dan tidak mampu pemerintah memberikan jaminan melalui skema Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Namun demikian, skema-skema tersebut masih terfragmentasi, terbagi-bagi. Biaya kesehatan dan mutu pelayanan menjadi sulit terkendali.

Untuk mengatasi hal itu, pada 2004, dikeluarkan Undang-Undang No.40 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). UU 40/2004 ini mengamanatkan bahwa jaminan sosial wajib bagi seluruh penduduk termasuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui suatu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 juga menetapkan, Jaminan Sosial Nasional akan diselenggarakan oleh BPJS, yang terdiri atas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Khusus untuk Jaminan Kesehatan Nasional  (JKN) akan diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan yang implementasinya dimulai 1 Januari 2014. Secara operasional, pelaksanaan JKN dituangkan dalam Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden, antara lain: Peraturan Pemerintah No.101 Tahun 2012 tentang Penerima Bantuan Iuran (PBI); Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan; dan Peta Jalan JKN (Roadmap Jaminan Kesehatan Nasional).

Mendukung pelaksanaan tersebut, Kementerian Kesehatan memberikan prioritas kepada jaminan kesehatan dalam reformasi kesehatan. Kementerian Kesehatan tengah mengupayakan suatu regulasi berupa Peraturan Menteri, yang akan menjadi payung hukum untuk mengatur antara lain pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan tingkat pertama, dan pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan. Peraturan Menteri juga akan mengatur jenis dan plafon harga alat bantu kesehatan dan pelayanan obat dan bahan medis habis pakai untuk Peserta Jaminan Kesehatan Nasional.(sumber : Buku Sosialisasi BPJS)

 
Stop Kriminalisasi Dokter ! dengan aksi simpatik PDF Cetak E-mail

Sebagai bentuk solidaritas atas kasus yang dialami Dr. Dewa Ayu di Manado yang dituduh melakukan mal praktek, Dokter dan Karyawan PMN RS Mata Cicendo menggelar aksi simpatik dengan doa bersama, pemberian bunga bagi pasien dan pengunjung, serta mengenakan pita hitam sebagai bentuk keprihatinan atas kasus tersebut.

Mari Kita Hormati bersama Hak & Kewajiban Dokter, juga Hak & Kewajiban Pasien

 
World Sight Day 2013 PDF Cetak E-mail

RENUNGAN HARI PENGLIHATAN SEDUNIA 2013

Sahabat…

Di hari yang cerah ini kita berkumpul

Untuk menyatukan hati dan kata

Untuk suatu hari yang diperingati sebagai “Hari Penglihatan Sedunia

Sudahlah pasti…

 

Sahabat…

Apabila berbicara mengenai penglihatan

Tidak bisa tidak, akan terkait dengan kita sebagai insan yang bertanggung jawab terhadap kesehatan penglihatan masyarakat.

Orang lain boleh tidak peduli dengan hal ini

Tetapi suatu Dosa Besar apabila kita sebagai Abdi Masyarakat di Pusat Mata Nasional, Rumah Sakit Mata, Cicendo Bandung, tidak memberikan sumbangsih pikiran dan asa kita secara penuh untuk kepentingan kesehatan Mata Masyarakat.

Sahabat…Mari kita rasakan apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita

Mari tutup mata kita sejenak

Pernahkah kita mencoba merasakan apa yang dirasakan orang buta?


Sahabat…

Pernahkah kita bayangkan

Tak setitik cahaya berpendar dalam kehidupan

Gelap, kelam, Tak berwarna

Merahnya mawar, hijaunya dedaunan

Indahnya semesta menjauh dari pandangan

 

 

 

Sahabat…

Ada satu cahaya yang bisa jadi pelita untuk mereka yang tidak pernah melihat dunia

Cahaya itu bersinar dari kita

Ya… Dari kita

Cahaya hati kita akan menerangi mereka

Membuat mereka merasakan keindahan cinta

Merasakan Anugerah yang luar biasa

Melebihi anugerah penglihatan yang Tuhan beri

Cinta kita akan menjadi cahaya untuk mereka

Pandanglah…

Rasakanlah dengan Mata Hati

Sahabat…

Mari buka Mata kita

Kita rasakan kembali sinar terang yang Tuhan beri

Rasa gembira yang kita rasakan

Adalah Rasa Gembira yang sama dengan orang yang mendapatkan kembali penglihatan

(oleh Feti K Memed, Dr, dr, SpM(K), M.Kes untuk “World Sight Day 10 Oktober 2013)

 

 
Pelayanan Poliklinik Sabtu dan Minggu PDF Cetak E-mail

Poliklinik paviliun mulai dirancang sejak tahun 1999 dan kemudian mulai membuka pelayanan pada bulan Mei 2001, adalah contoh sebuah inspirasi dan dedikasi dari para dokter spesialis mata di Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo untuk berkarya di tengah era baru pelayanan kesehatan mata, karena adanya perkembangan teknologi dan perilaku konsumen yang semakin berubah.

Masyarakat pengguna jasa tidak hanya mengharapkan pelayanan yang berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, tetapi juga pasien sebagai konsumen, telah memiliki ekspektasi yang lebih besar daripada sebelumnya.

Menyambut tuntutan tersebut maka saat ini telah dibuka  POLIKLINIK SABTU dan POLIKLINIK MINGGU di poliklinik Paviliun.  Pelayanan ini diwujudukan salah satunya karena banyak pengunjung yang sibuk untuk memeriksakan kesehatan matanya di hari kerja. Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo senantiasa berusaha mengantisipasi setiap perubahan tuntutan pelayanan kesehatan mata, kepuasan pasien dan kebutuhan pasien tehadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. Demi peningkatan kualitas pelayanan kami, agar kiranya berpartisipasi dalam polling di website kami atau memberikan saran tertulis ketika bekunjung.

 

 
Hari Penglihatan seDunia 2013 PDF Cetak E-mail

Tahun 2013 merupakan tahun yang penting dalam rencana kerja (action plan) pencegahan kebutaan 2014-2019.
Tema World Sight Day 2013 (Hari Penglihatan seDunia) adalah "Universal Eye Health" yang bertujuan meningkatkan akses ke pelayanan perawatan mata yang komprehensif dan terintegrasi ke dalam sistem kesehatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan saat ini setidaknya 40-45 juta orang menderita kebutaan, dan setiap tahun tak kurang dari 7 juta orang mengalami kebutaan.  Setiap 5 menit ada satu penduduk bumi menjadi buta....dan setiap 12 menit satu anak mengalami kebutaan.

Sekitar 90% penderita kebutaan dan gangguan penglihatan ini hidup di negara-negara miskin dan terbelakang.  Menurut perhitungan WHO, tanpa ada tindakan apa-apa diperkirakan pada tahun 2020 jumlah penduduk dunia penderita kebutaan menjadi dua kali lipat, 80 juta hingga 90 juta orang.  Sekitar 75% penyebab kebutaan termasuk kedalam Avoidable Blindness.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, penyebab utama kebutaan adalah Katarak (0,78%), Glaukoma (0,12%), Kelainan Refraksi (0,14%), penyakit lain terkait usia lanjut (0,38%).

Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo memperingati Hari Penglihatan seDunia 2013 pada 10 Oktober 2013 diantaranya dengan melakukan upacara dan pemasangan Pin WSD bagi karyawan dan pasien.

 
« MulaiSebelumnya123456789BerikutnyaAkhir »

Halaman 4 dari 9


Copyright © 2012 RS Mata Cicendo-Bandung, All Rights Reserved.