Login Form



Follow Us

Poling

Bagaimana Menurut Anda Pelayanan Rawat Jalan Paviliun di RS Mata Cicendo?
 

Who's Online

 Tamu : 18 
Home
Cicendo Eye Hospital
Harapan Baru Bagi Penderita Diabetes Melitus Terhadap Ancaman Kebutaan PDF Cetak E-mail

Retinopati Diabetika adalah komplikasi umum dari diabetes, terjadi ketika kadar gula darah tinggi merusak sel-sel di retina di bagian belakang mata. Penyakit ini adalah penyebab paling umum kehilangan penglihatan pada orang usia kerja. Diperkirakan bahwa di Inggris setiap tahun 4.200 orang beresiko kebutaan yang disebabkan oleh retinopati diabetik, dengan 1.280 kasus baru diidentifikasi setiap tahun.

Sebagai bagian dari Diagnosis, sebuah proyek yang dipimpin oleh University of Lincoln, Inggris dan program Marie Curie, Peneliti Georgios Leontidis, sedang meneliti metode baru untuk deteksi dini dan diagnosis penyakit dengan mengembangkan model komputer yang dapat mendeteksi  perubahan kecil dalam pembuluh darah retina mata.

Didanai oleh program Marie Curie Uni Eropa,  University Lincoln telah dianugerahi € 900.000 dari anggaran € 3.800.000 untuk memimpin proyek dan mengembangkan pencitraan retina. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan diagnosis, prognosis dan pencegahan penyakit seperti diabetes, hipertensi, stroke dan penyakit jantung koroner dan penyakit retina.

Semua orang dengan diabetes berada pada beberapa risiko mengembangkan retinopati diabetes, terlepas dari apakah kondisi mereka dikendalikan oleh diet, tablet atau retinopati insulin.Diabetes berlangsung dengan waktu, tetapi mungkin tidak menimbulkan gejala sampai timbulnya fase yang mempengaruhi retina.

Retina adalah lapisan peka cahaya jaringan, melapisi permukaan dalam mata. Optik mata membuat gambar dunia visual pada retina dengan cara yang mirip dengan film dalam camera.Diabetes yang mempengaruhi struktur dinding pembuluh, membuat mereka kaku. Pada fase lanjut  ini menyebabkan dinding pembuluh darah rusak, membuat pendarahan dan aneurisma mikro, yang merupakan tahap pertama retinopati diabetes.

Georgios, seorang insinyur Elektronika dan Komputer  di University of Lincoln School of Computer Science, sedang  menelitii efek dari diabetes pada dinding pembuluh retina dan bagaimana hal ini akhirnya mempengaruhi aliran darah di seluruh pembuluh darah retina.

Dia berkata: “Di sini, di University of Lincoln, upaya kami berfokus pada analisis gambar pasien diabetes sebelum tahap pertama retinopati diabetes terjadi. Kita ingin melihat perubahan apa yang menyebabkan diabetes ke pembuluh retina dan bagaimana perubahan ini berkembang menjadi retinopati. . Kami kemudian akan mencoba untuk mengkorelasikan fitur standar yang kita ambil dari gambar-gambar ini dengan perubahan fungsional yang terjadi, seperti kelainan pada tekanan darah, Volume aliran darah dan kecepatan aliran darah, serta untuk mengasosiasikan mereka dengan beberapa faktor risiko seperti usia, jenis diabetes, durasi diabetes, jenis kelamin dan merokok. ”

Sumber : University of Lincoln. “Research presents new hope of early diagnosis of major cause of blindness.” ScienceDaily. ScienceDaily, 22 January 2014. .www.ofkom.org

 

 
PMN RS Mata Cicendo Lulus Tingkat Paripurna PDF Cetak E-mail

Setelah melalui proses survey, akhirnya Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung dinyatakan lulus  dan berhak mendapatkan sertifikat akreditasi rumah sakit TINGKAT PARIPURNA dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) No. KARS-SERT/49/VII/2014 yang diserahkan langsung oleh Ketua Komisi Akreditasi Rumah Sakit Dr.dr. Sutoto, M. Kes.

Berdasarkan standar Akreditasi 2012, tingkat paripurna merupakan nilai kelulusan tertinggi yang dapat dicapai oleh rumah sakit.

Keberhasilan Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung meraih nilai tertinggi akreditasi ini merupakan wujud dari komitmen bersama seluruh jajaran direksi dan karyawan untuk memberikan pelayanan kesehatan mata yang paripurna, diharapkan kepercayaan semua pihak meningkat dengan berorientasi pada kepuasan bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

 

 
Ayo Mencuci Tangan ! PDF Cetak E-mail

 
15 Hal Menarik Tentang Mata PDF Cetak E-mail
  • Mata memiliki lebih dari 2 juta bagian yang bekerjasama untuk menghasilkan suatu persepsi
  • Rerata orang berkedip adalah 12 kali per menit sehingga terjadi sekitar 10.000 kedipan per hari
  • Mata dapat memproses 36.000 bit informasi setiap jam.
  • Hanya 1/6 bola mata terkena dunia luar, dan 1/6 nya adalah kornea
  • Bulu mata memiliki rentang hidup rata-rata 5 bulan.
  • Bola mata dari manusia berat sekitar 28 gram dengan diameter dari depan-belakang sekitar 24 mm.
  • Mata Anda akan fokus pada hal-hal sekitar 50 per detik.
  • Sekitar setengah dari otak kita terlibat dalam proses penglihatan.
  • ”Pemanasan” mata dalam mencapai potensi kerja maksimal sangat cepat dibandingkan organ lainnya, yaitu 24:7
  • Otot-otot eksternal yang menggerakkan mata adalah otot terkuat dalam tubuh manusia untuk pekerjaan yang harus mereka lakukan, yaitu 100 kali lebih kuat dari otot lainnya
  • Luka pada lapisan luar kornea akan sembuh dalam 48 jam
  • Bayi baru lahir tidak menghasilkan air mata walaupun menangis dengan suara keras
  • Setiap mata memiliki “area buta”, tetapi kita tidak menyadarinya karena kedua mata kita saling bekerjasama untuk mengisi “area buta” tersebut.
  • Setiap 5 menit terdapat 1 orang dewasa yang menjadi buta di seluruh dunia, dan setiap 1 menit terdapat 1 anak yang menjadi buta.
  • 80% kebutaan dapat dicegah dan diobati

· (           sumber : ofkom.org

 
Diabetes menimbulkan kebutaan? PDF Cetak E-mail
Apakah diabetes menimbulkan gangguan pada mata?

Masalah kesehatan mata pada orang dengan diabetes merupakan akibat komplikasi diabetes hingga dapat menyebabkan kehilangan penglihatan yang parah atau bahkan kebutaan. Masalah kesehatan mata akibat komplikasi diabetes antara lain:

  1. Retinopati diabetika (kerusakan pada pembuluh darah di retina)
  2. Katarak-kekeruhan lensa mata berkembang pada usia lebih dini pada orang
    dengan diabetes.
  3. Glaucoma-peningkatan tekanan cairan di dalam mata
    yang menyebabkan kerusakan saraf optik dan kehilangan penglihatan.
    Seseorang dengan diabetes hampir dua kali lebih mungkin
    untuk mendapatkan glaukoma sebagai orang dewasa lainnya.

 

Apa yang dimaksud retinopati diabetika?

Retinopati diabetika adalah penyakit mata diabetes yang paling umum dan penyebab utama kebutaan pada orang dewasa di Amerika. Hal ini disebabkan oleh karena adanya perubahan dalam pembuluh darah retina.

Pada retinopati diabetika, pembuluh darah dapat membengkak dan timbul kebocoran seperti halnya yang terjadi pada organ lain di tubuh, yang diakibatkan oleh kadar gula darah yang tidak terkontrol. Akibatnya suplai nutrisi dan oksigen pada retina yang dituju oleh pembuluh darah tersebut terganggu. Kondisi kurangnya nutrisi dan oksigen memacu pertumbuhan pembuluh darah baru untuk memenuhi kebutuhannya. Pembuluh darah baru tersebut tumbuh pada permukaan retina tetapi strukturnya tidak sebaik pembuluh darah yang seharusnya yang mudah sekali pecah. Inilah awal bencana gangguan penglihatan dan kebutaan.

Seberat apa gangguan di mata akibat retinopati diabetika?

Ada 4 tahap kerusakan pembuluh darah pada retinopati diabetika yang terjadi secara berkelanjutan bila tidak ada upaya intervensi pencegahan.

  1. Retinopati diabetika non proliferatif ringan. Pada tahap awal ini terjadi mikroaneurisma, yaitu daerah kecil seperti balon pembengkakan dalam pembuluh darah kecil retina. Pembengkakan pembuluh darah dapat pecah dan menimbulkan perdarahan-perdarahan kecil. Pada tahap ringan area yang terkena masih sangat terbatas. Pada tahap ini belum terjadi gangguan penglihatan. Bila pada tahap ini sudah terdeteksi dan dilakukan pencegahan agar tidak berlanjut ke tahap selanjutnya, gangguan penglihatan dan kebutaan bisa dihindari. Jenis intervensi yang dibutuhkan pada tahap ini sangat sederhana, yaitu mengoptimalkan terapi medikamentosa dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah, dan kadar lemak dalam darah.
  2. Retinopati diabetika non proliferatif sedang. Bila kondisi tahap 1 berjalan terus, Luas area retina yang terkena menjadi lebih besar tetapi masih kurang dari 4 quadran. Pada tahap ini sudah perlu pengawasan dokter ahli mata. Terapi yang optimal pada tahap 1 harus dilanjutkan.
  3. Retinopati diabetika non proliveratif berat. pembuluh darah yang terganggu dan tersumbat menjadi lebih banyak dan sudah meliputi area 4 quadran. Kondisi ini mengirimkan sinyal ke tubuh untuk menumbuhkan pembuluh darah baru. Pada tahap ini perlu dilakukan intervensi laser fotokoagulasi oleh dokter
  4. Retinopati proliferatif. Pada stadium lanjut ini, sinyal yang dikirim oleh retina untuk makanan memicu pertumbuhan pembuluh darah baru. Kondisi pembuluh darah yang baru adalah abnormal dan rapuh. Mereka tumbuh di sepanjang retina dan di sepanjang permukaan cairan vitreous yang mengisi bagian dalam mata. Pembuluh darah ini tidak menyebabkan gejala atau kehilangan penglihatan. Namun saat terjadi kebocoran darah akibat rapuhnya dinding pembuluh darah, darah akan mengganggu kejernihan cairan vitreus dan menimbulkan kehilangan penglihatan berat, bahkan dapat mengakibatkan kebutaan. Pada tahap ini, terapi laser sudah menjadi keharusan dan kemungkinan besar dibutuhkan tindakan operasi untuk mencegah pemburukan kondisi. Optimalisasi pengaturan kadar gula darah, kadar lemak darah, dan tekanan darah harus terus dipantau.

Kapan terjadinya gangguan mata pada penderita diabetes?

Semua orang dengan diabetes – baik tipe 1 dan tipe 2 – memiliki risiko terjadinya retinopati diabetika.  25% penderita diabetes melitus tipe 1 mengalami retinopati diabetika proliferatif 15 tahun setelah diagnosis awal diabetes. Sedangkan sebanyak 40% penderita diabetes melitus tipe 2  mengalami retinopati diabetika saat 5 tahun setelah diagnosis awal diabetes. Itulah mengapa setiap orang dengan diabetes harus mendapatkan pemeriksaan mata dengan pupil lebar dan komprehensif setidaknya sekali setahun. Semakin lama seseorang memiliki diabetes, semakin besar kemungkinan dia akan mendapatkan retinopati diabetika. Antara 40 sampai 45 persen orang Amerika didiagnosis dengan diabetes memiliki beberapa tahap retinopati diabetika. Jika Anda memiliki retinopati diabetika, dokter anda dapat merekomendasikan pengobatan untuk membantu mencegah perkembangannya.

Selama kehamilan, retinopati diabetika mungkin menjadi masalah bagi wanita dengan diabetes. Untuk melindungi penglihatannya, setiap wanita hamil dengan diabetes harus melakukan pemeriksaan mata dengan pupil lebar dan komprehensif sesegera mungkin. Dokter mungkin merekomendasikan pemeriksaan tambahan selama kehamilan Anda.

Apa yang harus dilakukan untuk melindungi penglihatan dari kebutaan akibat diabetes?

  1. Jika Anda adalah penderita diabetes, lakukanlah pemeriksaan mata dengan pupil lebar dan komprehensif setidaknya sekali setahun dan ingatlah Retinopati proliferatif dapat berkembang tanpa gejala. Pada stadium lanjut, Anda berada pada risiko tinggi untuk menjadi buta. Gangguan makula sebagai pusat penglihatan juga dapat berkembang tanpa gejala pada salah satu dari empat tahap retinopati diabetika. Bahkan anda dapat mengalami retinopati proliferatif dan gangguan makula secara bersama-sama dan masih memilik penglihatan yang baik-baik saja. Namun, Anda berada pada risiko tinggi terancam kebutaan kapan saja. Dokter ahli mata dapat mengetahui apakah Anda memiliki gangguan makula atau retinopati diabetika. Bila Anda melakukan deteksi dini dan pengobatan tepat waktu maka anda dapat mencegah kehilangan penglihatan. Jika Anda memiliki retinopati diabetika, Anda mungkin perlu melakukan pemeriksaan mata lebih sering. Orang-orang dengan retinopati proliferatif dapat mengurangi risiko kebutaan sebanyak 95 persen dengan penanganan yang tepat waktu dan perawatan tindak lanjut yang sesuai.
  2. Penelitian menunjukkan bahwa kontrol yang lebih baik terhadap kadar gula darah dapat memperlambat onset dan perkembangan retinopati. Orang-orang dengan diabetes yang kadar gula darahnya dijaga mendekati normal mungkin juga memiliki komplikasi organ lain yang jauh lebih sedikit. Kontrol yang lebih baik juga mengurangi kebutuhan untuk operasi laser untuk menjaga penglihatan. Melakukan kontrol gula darah mungkin tidak mudah bagi semua orang, termasuk beberapa pasien usia lanjut, anak-anak di bawah usia 13 tahun, atau orang-orang dengan penyakit jantung. Pastikan untuk meminta dokter Anda memberikan program pengendalian yang tepat bagi Anda.
  3. Penelitian lain telah menunjukkan bahwa mengendalikan tekanan darah tinggi dan kolesterol dapat mengurangi resiko kehilangan penglihatan. Melakukan kontrol pada kedua pemeriksaan ini akan membantu kesehatan Anda secara keseluruhan serta membantu melindungi penglihatan Anda.

 

Bagaimana gejala yang timbul pada retinopati diabetika? Nantikan di artikel selanjutnya.

Sumber : ofkom.org (http://www.nei.nih.gov/health/diabetic/retinopathy.asp)

 
« MulaiSebelumnya12345678910BerikutnyaAkhir »

Halaman 4 dari 10


Copyright © 2012 RS Mata Cicendo-Bandung, All Rights Reserved.