Login Form



Follow Us

Poling

Bagaimana Menurut Anda Pelayanan Rawat Jalan Paviliun di RS Mata Cicendo?
 

Who's Online

 Tamu : 6 
Home
Cicendo Eye Hospital
INFO LINK PENGADAAN BARANG/JASA PDF Cetak E-mail

Untuk Pengumuman Pengadaan Barang/Jasa mulai saat ini dapat diakses khusus pada link Menu Bar di halaman website ini.

 
PENGUMUMAN DAFTAR PESERTA LULUS ADMINISTRASI PENERIMAAN PEGAWAI BLU TAHUN 2013 PDF Cetak E-mail
Senin, 08 Juli 2013 10:20

 

Selanjutnya...
 
PENGUMUMAN PENERIMAAN PEGAWAI BLU NON PNS PDF Cetak
Rabu, 19 Juni 2013 09:31

 

Selanjutnya...
 
M i t o s PDF Cetak E-mail

Getah Tanaman Nanangkaan

Pengobatan alternatif selalu menjadi pilihan masyarakat dalam mengobati penyakit yang dideritanya. Selain murah, yang sering di lakukan berobat secara alternatif biasanya menggunakan obat-obatan tradisional. Seperti yang sudah di lakukan N, 24 tahun “saya hampir tidak pernah berobat ke dokter,” ujar ibu 2 anak ini.

Mengobati anaknya, atau suaminya, N selalu memanggil “aki” yang menjadi langganannya. Termasuk N sendiri, ketika matanya mulai terasa pusing dan disertai dengan mual-mual. Bukan pergi berobat ke dokter, ia malah memanggil “aki” untuk segera datang kerumah.

Padahal mata N sudah minus 1 yang kiri, sedangkan mata kanannya minus 1,5 ditambah silindris. Pengobatan alternatif selalu menjadi pilihannya. Cara pengobatan yang dijalaninnya adalah dengan ditotok. Dipijit dan bagian-bagian yang pentingnya saja. Istilah dibuka syarafnya supaya lancar peredaran darahnya.

Semua jenis penyakit hampir sama cara pengobatannya. Tetapi ada beberapa bagian yang di pijat agak lama. Selain itu anjuran obat yang harus diminumpun berbeda-beda. Nah, khusus untuk mata pijatan yang paling lama pijatan yang paling lama pada bagian siku tangan. Sebelumnya, pijatan bagian kaki, paha, punggung, kepala, dst. Titik refleksi. Sudah dilakukan.

Jika sudah di pijat bagian lengan, mata N sudah mulai sehat. Tidak terasa pusing lagi. Bahkan sebaliknya kalau kacamatanya dipakai, terasa pusing dan buram. Tapi,itu hanya berlangsung beberapa hari saja, selebihnya kembali seperti semula, pusing, mual dan buram. “Tanpa kacamata, kalau melihat sesuatu itu harus memicingkan mata,” tegasnya .

Walaupun demikian, N tidak bosan-bosannya “berobat” kepada Aki. Dan ia juga selalu mengikuti anjuran dari Aki.

Beberapa waktu yang lalu, mata N terasa sakit juga disertai dengan pusing. Seperti biasa ia memanggil Aki. Usai dipijat.Aki Maman diberi segelas air minum yang sudah di jampi-jampi. Selanjutnya, N disarankan mencari tanaman Nanangkaan-Red Sunda. Getahnya di teteskan kemata. “Insya Allah, dengan getah itu, penyakit matanya akan hilang, lamad yang menghalangi mata akan hilang terkikis dengan getah nanangkaan tadi” tegas Aki.

Hendrapun sibuk mencari, tanaman tersebut. Jarang ditemukan, dan tidak banyak orang yang tahu tentang tanaman tersebut. Tetapi atas bantuan tetangganya, bisa juga ditemukan tanaman itu. Sudah hampir satu bulan N meneteskan getah tanaman itu pada matannya, tetapi hasilnya belum ada perubahan .

Karena bosan, cape dan tanamannya susah dicari, N pun menghentikan “pengobatan”nya. Padahal menurut aki, setelah tiga atau empat kali di tetes menggunakan getah tanaman itu, penyakit trahumnya akan sembuh. Buktinya, N sudah lebih dari 4x, tetap belum sembuh.
(sumber : Majalah MATA, PMN RS Mata Cicendo Edisi No. 02/2013)

 

 
Pengobatan Alternatif Katarak PDF Cetak E-mail

Pengobatan alternatif, banyak yang menyebutkannya juga dengan istilah pengobatan tradisional, komplementer, non-konvensional, holistic, alamiah atau natural. Pengobatan cara ini sebenarnya telah diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai salah satu ranah pelayanan kesehatan, demikian pula di Indonesia secara formal dan konstitusional telah diakui melalui undang-undang No. 36/2009. Banyak jenis pengobatan tradisional seperti pengobatan tradisional keterampilan manual, pengobatan tradisional ramuan dan pengobatan tradisional supranatural.

Pelayanan kesehatan alternatif yang banyak ditemui di masyarakat untuk pengobatan katarak hendaknya dihindari karena apa yang dilakukan kemungkinan dengan cara yang puluhan tahun yang lalu pernah dilakukan oleh tenaga medis dalam pengobatan katarak, namun kemudian diketahui bahwa cara pengobatan seperti itu menimbulkan banyak komplikasi sehingga kemudian memicu para ahli untuk menemukan teknik baru dalam pengobatan katarak. Perkembangan pengobatan katarak telah melalui banyak tahap sampai akhirnya ditemukan cara pembedahan yang saat ini dilakukan.

Hendaknya masyarakat berhati-hati dalam memilih pengobatan alternatif terhadap penyakit mata khususnya katarak, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Sampai dengan saat ini pengobatan alternatif belum dapat dipertanggungjawabkan mengingat katarak hanya dapat diobati melalui pembedahan yang tentu saja hanya dapat dilakukan di rumah atau klinik mata dengan fasilitas pembedahan.

Beberapa kasus juga ditemukan penggunaan cairan tertentu untuk mencuci atau menetesi mata yang sakit yang diberikan oleh tempat pengobatan alternatif, hal inipun perlu diwaspadai mengingat cairan atau obat tersebut harus memenuhi standar, kalau tidak memenuhi standar dapat berakibat yang lebih buruk.

Yang penting bagi pasien adalah mengetahui apakah klinik pengobatan sudah mengantongi Surat Terdaftar Pengobat Tradisional atau Surat Ijin Pengobat Tradisional yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan setempat dan mencantumkannya pada papan nama, memberikan informasi pengobatan yang akan dilakukan dan mempunyai catatan jenis obat yang diberikan.

(sumber : Majalah MATA, PMN RS Mata Cicendo Edisi No. 02/2013, oleh Dr. Syumarti, SpM(K), MSc CEH)

 

 
« MulaiSebelumnya1234567BerikutnyaAkhir »

Halaman 4 dari 7


Copyright © 2012 RS Mata Cicendo-Bandung, All Rights Reserved.