Login Form



Follow Us

Poling

Bagaimana Menurut Anda Pelayanan Rawat Jalan Paviliun di RS Mata Cicendo?
 

Who's Online

 Tamu : 12 
Home
Cicendo Eye Hospital
Edumata Wisata PDF Cetak E-mail

Edumata Wisata adalah wisata kesehatan yang dikemas melalui konsep preventif yang bertujuan memberikan informasi tentang kesehatan mata yang dikemas secara menarik sehingga para pengunjung dapat menangkap pesan kesehatan dengan mudah dan mendapatkan kepuasan rekreasi

( video terkait http://www.youtube.com/watch?v=M29hsnKA3GI)

 

Kunjungan Museum Cicendo
Rumah Sakit Mata Cicendo dengan usia lebih dari 100 tahun, memiliki koleksi alat-alat kesehatan mata yang cukup lengkap. Salah satu bagian di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung disajikan alat-alat untuk pemeriksaan mata yang pernah dipergunakan di waktu lampau.

Orientasi
Banyak fasilitas yang terdapat di lingkungan PMN RS Mata Cicendo, peserta akan diajak berkeliling untuk mengenal tiap bagian yang ada

Film Edukasi
Film animasi akan ambil bagian untuk memberi gambaran seluk beluk mata / indera penglihatan.

Skrining
Bentuk tindakan preventif menjaga kesehatan mata, skrining diberikan pula pada peserta Edumata Wisata.

Dokumentasi kunjungan
Momen Edumata wisata di PMN RS Mata Cicendo akan menjadi momen menarik dan sayang bila dilewatkan. Dokumentasi akan diberikan disertai kostum ‘pelaku kesehatan mata’ dalam pengambilan gambarnya.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi informasi di (022) 4231280 / 81.

Jangan lewatkan kesempatan yang menarik ini, Sambil berwisata dengan nuansa berbeda, kita dapat mengenal lebih jauh mengenai Kesehatan Mata hanya di Edumata Wisata PMN RS Mata Cicendo

 

 
Kacamata pada Anak

Kapan Tajam Penglihatan Anak Diperiksa?
Penglihatan anak sudah menjadi sempurna setelah anak berumur 3 tahun. Jadi pemeriksaan tajam penglihatan anak dapat dilakukan sejak umur 3 tahun terutama bila ada kelainan yang tampak, keluarga memakai kacamata. Tidak perlu menunggu anak dapat membaca.

Kapan Anak Mulai Boleh Memakai Kacamata?
Segera setelah dianjurkan memakai kacamata oleh dokter mata.

Kapan Anak Memakai Kacamata Harus Kontrol?
Pada anak < 12 tahun sudah memakai kacamata, dianjurkan kontrol setiap 6 bulan, dan bagi anak yang lebih besar bisa setiap tahun kontrol.

Ada Berapa Macam Kelainan yang Harus Memakai Kacamata?
Miopia: kacamata minus, rabun jauh. Anak jelas melihat dekat dan kabur melihat jauh.
Hipermetropia: kacamata plus, rabun dekat. Anak kabur bila melihat dekat dan jauh, dengan keluhan cepat lelah kalau baca dekat.
Silinder: keadaan dimana lengkung kornea horisontal mempunyai jari-jari tidak sama dengan lengkung kornea vertikal, sehingga bayangan satu titik terlihat sebagai garis. Lihat tulisan seperti fotokopi yang jelek. Cepat lelah bila membaca dekat.
Presbiopia: kesukaran membaca dekat pada orang berumur lebih dari 40 tahun.

Adakah Obat untuk Kelainan Kacamata?
Tidak ada, kecuali memakai kacamata. Kacamata bukan obat untuk menghilangkan, mengurangi, menghambat penambahan minus/plusnya. Kacamata hanya alat bantu supaya anak melihat jauh dan dekat dengan jelas. Kalau minus/plusnya berubah maka kacamata harus diganti dengan ukuran yang sesuai.

Bagaimana Tanda-tanda Anak dengan Kelainan Kacamata?
Melihat TV harus selalu dalam jarak sangat dekat.
Membaca buku pada jarak sangat dekat.
Melihat jauh dengan mata memicing, atau kepala miring.
Ada juling ke arah dalam/luar.

Apakah yang Disebut dengan Mata Malas?
Mata yang terlambat memakai kacamata, retina matanya tidak terlatih maka penglihatannya tetap tidak baik walau pun sudah memakai kacamata , lensa kontak atau operasi. Mata malas memerlukan latihan yang lama dan sabar dari orang tua dan anaknya.

Anjuran
Anak-anak yang harus berkacamata jangan merasa malu/rendah diri.
Orang tua/guru harus membantu anak-anak supaya mereka mau berkacamata.
Bagi anak kurang dari 7 tahun, bermain PS atau komputer sebaiknya tidak lebih dari 1 jam sehari.
Mohon para guru menasehati murid-murid agar tidak menertawakan kawannya yang harus berkacamata.
Sesudah belajar/menonton TV/menggunakan komputer selama 1 jam, sebaiknya istirahatkan mata selama 10 - 15 menit.


 
Kita Jelang JKN 2014 PDF Cetak E-mail

Di Indonesia, falsafah dan dasar negara Pancasila terutama sila ke-5 juga mengakui hak asasi warga atas kesehatan. Hak ini juga termaktub dalam UUD 45 pasal 28H dan pasal 34, dan diatur dalam UU No. 23/1992 yang kemudian diganti dengan UU 36/2009 tentang Kesehatan. Dalam UU 36/2009 ditegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau.

Sebaliknya, setiap orang juga mempunyai kewajiban turut serta dalam program jaminan kesehatan sosial. Untuk mewujudkan komitmen global dan konstitusi di atas, pemerintah bertanggung jawab atas pelaksanaan jaminan kesehatan masyarakat melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi kesehatan perorangan. Usaha ke arah itu sesungguhnya telah dirintis pemerintah dengan menyelenggarakan beberapa bentuk jaminan sosial di bidang kesehatan, diantaranya adalah melalui PT Askes (Persero) dan PT Jamsostek (Persero) yang melayani antara lain pegawai negeri sipil, penerima pensiun, veteran, dan pegawai swasta. Untuk masyarakat miskin dan tidak mampu pemerintah memberikan jaminan melalui skema Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Namun demikian, skema-skema tersebut masih terfragmentasi, terbagi-bagi. Biaya kesehatan dan mutu pelayanan menjadi sulit terkendali.

Untuk mengatasi hal itu, pada 2004, dikeluarkan Undang-Undang No.40 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). UU 40/2004 ini mengamanatkan bahwa jaminan sosial wajib bagi seluruh penduduk termasuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui suatu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).  Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 juga menetapkan, Jaminan Sosial Nasional akan diselenggarakan oleh BPJS, yang terdiri atas BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Khusus untuk Jaminan Kesehatan Nasional  (JKN) akan diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan yang implementasinya dimulai 1 Januari 2014. Secara operasional, pelaksanaan JKN dituangkan dalam Peraturan Pemerintah dan Peraturan Presiden, antara lain: Peraturan Pemerintah No.101 Tahun 2012 tentang Penerima Bantuan Iuran (PBI); Peraturan Presiden No. 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan; dan Peta Jalan JKN (Roadmap Jaminan Kesehatan Nasional).

Mendukung pelaksanaan tersebut, Kementerian Kesehatan memberikan prioritas kepada jaminan kesehatan dalam reformasi kesehatan. Kementerian Kesehatan tengah mengupayakan suatu regulasi berupa Peraturan Menteri, yang akan menjadi payung hukum untuk mengatur antara lain pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan tingkat pertama, dan pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan. Peraturan Menteri juga akan mengatur jenis dan plafon harga alat bantu kesehatan dan pelayanan obat dan bahan medis habis pakai untuk Peserta Jaminan Kesehatan Nasional.(sumber : Buku Sosialisasi BPJS)

 
105 Tahun Cicendo ku... PDF Cetak E-mail

Jum’at tanggal 03 Januari 2014 menjadi hari bersejarah bagi Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, karena tepat sudah berusia 105 tahun. Dengan dirayakan secara sederhana namun tidak mengurangi kekhidmatan didalamnya. Peringatan 105 tahun kali ini dilaksanakan upacara, penetapan Star of The Year 2013, Sosialisasi Donor Mata yang diperkuat Fatwa MUI, Penyerahan Hibah Mobil Operasional dari Bank Mandiri ke PMN RS Mata Cicendo, Pemberian bunga dan cindera mata bagi pasien/pengunjung rumah sakit.

Perayaan HUT yang bertema Life without Darkness atau Hidup tanpa Kegelapan juga dihadiri Ketua Bank Mata Jawa Barat Ny, Netty Ahmad Heryawan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Jajaran Dewan Pengawas, para Mantan Direksi PMN RS Mata Cicendo, juga undangan lainnya. Pada kesempatan ini Direktur Utama PMN RS Mata Cicendo menetapkan menjadi ‘Donor Mata’ yang diikuti oleh undangan yang hadir dan para karyawan PMN RS Mata  Cicendo.


 

 
Stop Kriminalisasi Dokter ! dengan aksi simpatik PDF Cetak E-mail

Sebagai bentuk solidaritas atas kasus yang dialami Dr. Dewa Ayu di Manado yang dituduh melakukan mal praktek, Dokter dan Karyawan PMN RS Mata Cicendo menggelar aksi simpatik dengan doa bersama, pemberian bunga bagi pasien dan pengunjung, serta mengenakan pita hitam sebagai bentuk keprihatinan atas kasus tersebut.

Mari Kita Hormati bersama Hak & Kewajiban Dokter, juga Hak & Kewajiban Pasien

 
« MulaiSebelumnya123456789BerikutnyaAkhir »

Halaman 4 dari 9


Copyright © 2012 RS Mata Cicendo-Bandung, All Rights Reserved.